Potensi wisata Kabupaten Garut, Jawa Barat, hampir sama
dengan Kabupaten Sumbawa. Namun obyek wisata didaerah itu berkembang pesat
karena memiliki arah yang jelas dalam bentuk Rencana Induk Pengembangan
Pariwisata Daerah (Ripda), dan Rencana Induk Pengembangan Obyek (Ripo).
Untuk itulah Komisi IV DPRD Kabupaten Sumbawa bersama
Disporaparsenibud mengunjungi daerah tersebut belum lama ini dengan harapan
pola yang ditetapkan Kabupaten Garut dapat diadopsi di Kabupaten Sumbawa.
“Keberadaan Ripda dan Ripo, membuat arah pengembangan wisata
daerah itu menjadi jelas. Pola ini perlu diadopsi,” terang Ketua Komisi IV,
Sambirang Ahmadi MSi.
Hal senada dikatakan Sekretaris Komisi IV, H Ilham Mustami
Sag. Ripda paparnya berisi data base potensi pariwisata, hasil study kelayakan,
dan master plan.
Sementara Ripo berisi skala prioritas pembangunan dan
pengembangan obyek wisata yang sudah ditetapkan dalam Ripda. Selain keberadaan
Ripo dan Ripda, Ilham menambahkan, daerah itu amat gencarnya melakukan
sosialisasi dan promosi melalui berbagai media, terutama internet tentang
keberadaan obyek pariwisatanya.
Sebagai wujud keberhasilan Ripda dan Ripo, Kabupaten Garut
berhasil mengembangkan sumber daya air panas di Ciapnas. Dihantar langsung oleh
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Garut, Yati Rohyani SH, rombongan kunjungan
kerja yang terdiri Komisi IV, Wakil Ketua DPRD, HA Rakhman, Kadis
Disporabudpar, Burhanuddin AR Salengke SSos, dan staf ahli Bupati, Ir Padusung
MM, sempat mencicipi air panas tersebut yang diyakini bisa menyembuhkan
beberapa penyakit, terutama penyakit kulit.
“Kita juga memiliki potensi air panas di Kecamatan Maronge,”
papar Sambirang. Namun bedanya katanya seraya diiyakan oleh Ilham, debit air
panas di Maronge berbeda, yakni 1 liter per detik sementara di Cipanas mencapai
400 liter per detik. Namun dengan adanya penyesuaian dan rekayasa, potensi itu
dapat dikembangkan menyerupai Cipanas dalam skala kecil.ngan obyek wisata yang sudah ditetapkan dalam Ripda. Selain
kebera