Anggota Komisi IV DPRD Sumbawa didampingi pejabat di lingkup
Bappeda, Disporabudpar, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Staf Ahli Bupati
bidang Perekonomian, Kabag Pembangunan dan Perekonomian, dan Kepala BLKM Dinas
Kesehatan Propinsi NTB, Rabu kemarin, mengunjungi potensi wisata sumber Air
Panas di Desa Maronge Kecamatan Maronge. Kunjungan tersebut merupakan tindak
lanjut dari hasil kunjungan kerja Komisi IV belum lama ini ke Cipanas Garut
Jawa Barat.
Kedatangan rombongan itu untuk melihat secara langsung
potensi Air Panas yang ada di Orong Ai Panas Desa Maronge, sebagai satu-satunya
potensi air panas yang ada di Kabupaten Sumbawa,
yang kedepan diharapkan dapat dikembangkan sebagai obyek wisata.
Di lokasi, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa
langsung melakukan pengukuran suhu dan mengambil sample air panas untuk diuji
lab guna mengetahui kandungannya sehingga tidak berbahaya bagi kesehatan
masyarakat yang menggunakannya untuk pemandian.
Kepala Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat untuk Pulau
Sumbawa Dinas Kesehatan Propinsi NTB, Bambang Fransetya PGD SC, di lokasi
menyebutkan suhu air panas tersebut mencapai 45 derajat celcius. Sementara
kandungan dan kualitas air seperti, Biohidrologi, fisika, kimia dan radioaktif,
menunggu hasil laboratorium. ”Hasil labnya akan kita ketahui seminggu kemudian,”
ujarnya.
Sementara Kadis Pertambangan Sumbawa, Ir A Rahim
menambahkan, Air Panas maronge berasal dari panas bumi, karena lokasi tersebut
diduga kuat masuk dalam kawasan geothermal.
Di bagian lain Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Ir
Padusung, menyatakan, potensi wisata Air Panas Maronge sangat bagus untuk
dikembangkan, karena selain memiliki daya tarik, juga keberadaannya
satu-satunya di Kabupaten Sumbawa, di samping
dukungan panorama alam pertaniannya.
Di lokasi ini menurut Padusung sangat cocok untuk tempat
usaha seperti rumah makan dengam hidangan ikan air tawarnya. Lokasi ini semakin menarik, apabila secara
terprogram digelar Barapan Kebo.
Hal senada dikatakan
Kepala Disporabudpar, Burhanuddin AR Salengke. Ia optimis pihaknya akan segera
mengembangkan wisata Air Panas tersebut mulai dengan pembenahan infrastruktur
sehingga mempermudah masyarakat mengakses obyek tersebut. Dan dia berharap agar
pembangunan obyek wisata Air Panas itu sudah rampung pada tahun 2012, karena
dapat mendukung program Visit Lombok-Sumbawa. ”Kami berharap pada APBD
Perubahan nanti, obyek wisata Ai Panas itu sudah mulai digarap pemda,” katanya.
Sementara itu Z
Arifin M.Si dari Bappeda, mengatakan membangun obyek wisata harus
dilakukan secara komprehensif, karena menyangkut anggaran. ”Jangan sampai
pembangunan dilakukan secara bombastis, tetapi kemudian tidak bermanfaat
sehingga anggaran menjadi sia-sia,” katanya.
Setidaknya kata
Arifin, ada 4 tahap yang harus dilakukan dalam pembangunan obyek wisata Air
Panas, yakni tahap pengkajian dan rekomendasi, kemudian tindak lanjut kawasan,
DED dan pelaksanaan. ”Semua tahap tersebut harus dilakukan secara baik dan
komprehensif sehingga tidak ada persoalan nantinya,” ujar Arifin.
Hal yang sama
disampaikan Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Drs H A Rahman, bahwa pembangunan obyek
wisata itu harus melalui proses yang matang, dan tidak dibelit persoalan lahan.
”Lebih penting lagi adalah komunikasi dengan masyarakat setempat,” katanya.
Kabag APP Setda
Sumbawa, Nurhinsyah menambahkan, selain masalah lahan, sarana jalan dan listrik
adalah kebutuhan vital. ”Bila semuanya sudah jelas dan fasilitas pendukung
sudah lengkap baru program dilaksanakan,” imbuhnya.
Untuk diketahui
sumber air panas berukuran 4 meter persegi ini berada di lahan milik 4 orang
warga seluas 1 hektar.
Salah seorang
pemilik lahan, mengaku sangat mendukung program pemerintah itu, dan siap
bekerjasama dengan pemerintah daerah demi pengembangan obyek wisata air panas
tersebut.