HEARING KOMISI II DPRD KABUPATEN SUMBAWA DENGAN HMI CABANG SUMBAWA TERKAIT PERMASALAHAN HARGA JAGUNG

Parlementaria 27 Mei 2024 Humas 1

Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat dengar pendapat ( Hearing ) bersama Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa dan Himpunan Mahasiswa Indonesia ( HMI ) cabang Sumbawa terkait Permasalahan Jagung di Kabupaten Sumbawa. Digelar  Rabu (22/5) bertempat di ruang rapat pimpinan DPRD kabupaten Sumbawa.

Hearing tersebut dipimpin oleh Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Ridwan, SP, Bunardi A.Md.Pi Wakil ketua didampingi oleh Adizul Syahabuddin SP.,M.Si dan Junaidi.

Hadir Kepala Dinas Pertanian Kab.Sumbawa.Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si, Kepala Dinas Pangan Ir. Irin Wahyu Indarni, Kepala Bulog Sumbawa Zuhri Hanafi, Pengurus dan Anggota HMI Cabang Sumbawa, Pengusaha Jagung dari beberapa Perusahaan Pengelola Silo dan Gudang Jagung diantaranya PT SMP Wilson, PT SUL M Syaifuddin, PT CRA Naga Susanto, PT Garuda Daniel Salilatu, PT SAN Ferry .

Terkait harga jagung di Kabupaten Sumbawa, Oftacker yang ada menyatakan bahwa hari ini hanya mampu membeli jagung petani diharga Rp. 3800 perkg di gudang.

Dalam kesempatan itu Riyan Hidayat Sekretaris HMI Cabang Sumbawa mengatakan bahwa HMI Cabang Sumbawa telah bersurat pada 20 Mei lalu meminta Dengar Pendapat terkait dengan permasalahan Jagung di Kabupaten Sumbawa.

Dirinya meminta penjelasan tentang isu pertanian khususnya komoditi jagung, implementasi dari surat Badan Pangan Nasional di Kabupaten Sumbawa yang sifatnya sangat segera tentang Fleksibilitas harga jagung.

“Bukan hanya soal merespon harga jagung, tapi juga bagaimana peran pemerintah khususnya dinas pertanian dalam meningkatkan kesejahteraan petani, apa saja langkah yang sudah dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” itu yang pertama ujar Riyan

Kemudian kedua lanjutnya, bagaimana kerja Bulog dengan perusahaan yang ada di kabupaten Sumbawa. Misalnya pengusaha yang swasta dalam berkontribusi terhadap pertanian sehingga dapat menghasilkan rekomendasi penting hari ini.

Atas hal itu Bulog Sumbawa menjelaskan bahwa Bapanas telah memerintahkan Bulog untuk menyerap jagung sebagai pengugasan pertama. “Instruksi dalam bentuk perintah tertulis kepada jajaran per tanggal 26 April dan praktis tanggal 27 April segera persiapkan sarana dan prasarana yang ada di Sumbawa. Saat ini gudang sedang penuh dengan gabah.” ungkap Zuhri.

Kemudian selanjutnya, Bulog membentuk beberapa mitra dengan harga Rp. 5000 perkg di terima di gudang Bulog dipotong pajak 1,5 % atau 75 rupiah perkg. Bulog sekarang kesulitan dalam Gudang dan mencoba memakai gudang swasta dan mulai pengisian atau penyerapan. " Jadi prinsipnya kami membeli sesuai harga Bapanas dan kadar airnya yang telah di olah sehingga memperpanjang usia penyimpanan. Harapan kami penyerapan dapat dilakukan secara maksimal" Ujarnya.

Dijelaskannya lagi mitra yang diajak terdaftar di Bulog yang memiliki sarana pengeringan dan penyimpanan sementara sampai diambil oleh pemerintah dengan memperhatikan biaya pengeringan, karung dan penyimpanan karena Bolug belum mengetahui kapan jagung tersebut diambil dan dibawa kemana.

Atas hal itu Pimpinan Komisi II menyatakan bahwa harga yang berdampak pada petani jauh dari harga acuan pembelian, sehingga petani menangis. "Tolong di cek dan melebarkan mitranya membeli sesuai dengan instruksi Bapanas yang berdasarkan kadar airnya yang tertinggi 30% dengan harga sementara di petani saat ini bisa mencapai lebih dari 20 %.." tandasnya,

Sementara itu Perwakilan pengusaha Jagung dari PT Segar Ferry menjelaskan bahwa dirinya di Sumbawa sudah berusaha sejak tahun 2007. Dengan berjalannya waktu menarik investor dan PT Segar bukan satu-satunya pembeli di Sumbawa, sampai hari ini Pengusaha jagung Berkomitmen menyerap komoditi jagung untuk dijual ke pabrik pakan ternak

"Jadi Kami menghubungkan antara petani dan pabrik pakan ternak dengan kondisi harga Jagung yang dinamis. Tidak akan pernah stabil berdasarkan pasokan dan permintaan. Pada saat pasokan tinggi harga turun, dan saat Suplai rendah permintaan tetap haga naik" jelasnya

Ditegaskannya, saat ini over supply dan di Indonesia sedang panen raya sehingga harga otomatis turun. Ketika hari ini harga Rp 3.700 dia menyarankan jangan dijual dulu tapi simpan dulu. Berkenaan harga Bapanas dirinya bingung. "Disitu ada angka ditingkat produsen dan konsumen artinya dua sisi. Konsumen adalah pabrik pakan ternak atau peternak mandiri. Apakah harga harga 5000 di produsen dan 5800 di konsumen karena sampai hari ini belum ada konsumen Rp. 5.800"Urai Frans akrab disapa.

Kami hari ini mampunya membeli harga Rp. 3.700 - Rp 3.800 per kg karena harga jagung di Jawa Rp. 4.600/kg. ucapannya diperkuat oleh pengusaha lainnya.

Dijelaskannya ada beberapa biaya yang dikeluarkan seperti operasional gudang, logistik dari pintu gudang ke penerima pabrik paling murah Rp. 600/kg dan margin. Harga bisa naik dan turun tergantung pasokan dan permintaan atau pembeli di jakarta, Semarang.

Ditambahkan oleh M Syaifuddin dari PT SUL bahwa di Sumbawa selain logistik kita harus tahu akar masalahnya karena setiap tahun saat panen raya pasti turun harganya.

Tahun ini karena dampak cuaca yang mundur panennya bergeser ke seluruh wilayah. Sumbawa khusus Lunyuk biasanya di bulan 1 bergeser ke bulan 3. "Solusinya pada penyelesaian masalah tingginya harga bibit sampai ditangan petani dan tinggi harga pupuk. Kalau harga produksinya rendah maka bisa membuat margin bagi petani" cetusnya.

Pertemuan diakhir dibacakan oleh Adizul Syahabuddin beberapa Poin rekomendasi komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa yang akan diteruskan kepada Pimpinan DPRD diantaranya adalah meminta kepada pemerintah daerah agar dapat berkoordinasi secara intensif kepada pemerintah pusat terkait biaya harga acuan pembelian jagung untuk diberlakukan sama seperti HPP gabah berdasarkan masing-masing wilayah, meminta Bulog cabang Sumbawa agar melakukan monitoring terhadap mitra Bulog untuk memastikan pembelian harga jagung di tingkat petani (sesuai HAP), meminta Bulog cabang Sumbawa melakukan sosialisasi kepada masyarakat Sumbawa khususnya petani terkait status mitra bulog yang terdapat di masing-masing wilayah untuk memaksimalkan penyerapan jagung sesuai harga di dalam surat BAPANAS, meminta kepada perusahaan swasta atau opteker di luar mitra Bulog juga dapat memberikan kontribusi atas persoalan rendahnya harga pembelian jagung di Kabupaten Sumbawa, meminta kepada semua pengusaha pembelian jagung yang ada di kabupaten Sumbawa agar dapat menerapkan harga acuan pembelian jagung mulai hari ini sesuai surat Pemda Sumbawa nomor 500.1/490/Ekon-sda/2024.

Pengetahuan dalam surat tersebut bernomor 500.1/490/ekon - sda/2024 terkait dengan Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa meminta kepada seluruh pelaku pembelian jagung di Kabupaten Sumbawa untuk menerima surat Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 136/TS .02.02/K /4 /2024 tanggal 24 April 2024 tentang Fleksibilitas Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung


Index Parlementaria